The Art of Being Pregnant

Well, I’m 8 months 1 day pregnant today! Yay! 😀
Sebetulnya saya ingin sekali menulis banyak tentang pengalaman kehamilan yang saya alami sejak awal sampai akhir persalinan nanti, bahkan suami saya pun sempat membuatkan page khusus tentang kehamilan saya di website yang kami miliki berdua. Tapi sampai saat ini, post yang muncul baru satu yaitu post yang berjudul Kehamilan 6 Minggu. What?! Udah lama banget dong yaa.. Hehe.. Sekarang usia kehamilan saya Alhamdulillah sudah mencapai 33 minggu, berarti 33 – 6 = 27 minggu atau kurang lebih 7 bulan sudah saya tidak menulis satu post pun tentang kehamilan. Whoaaa.. :O 😦

Wait baby, I can explain.. You have to know that your mom, she’s been trying to be a real good mom, and wife. And she never knew that it’s gonna be this hard. She never knew that the road is gonna be this bumpy. She’s worried a lot about you, all the time. Kalau diuraikan alasannya, rasanya jadi semakin dibuat-buat. You just have to know that I love you so much. I do. 🙂

Yep, walaupun sudah jauh sekali dari usia kehamilan 6 minggu sampai usia saat ini, saya masih ingat sekali pengalaman-pengalaman yang saya alami. Mulai dari perasaan saya yang campur aduk ketika pertama kali tepatnya 18 Mei 2014 saya mengetahui bahwa ada kehidupan di dalam rahim saya. Saya masih ingat Minggu pagi itu saya menggunakan alat bantu tes kehamilan dan mendapati ada double stripe berwarna merah yang nampak. Antara sangat bahagia karena sudah satu tahun saya menantikan kehadiran anggota keluarga baru, shocked, cemas dan khawatir karena saya masih berpikir apakah saya sudah cukup siap dan mampu untuk menjadi seorang ibu, daaan sebagainya. Begitu juga dengan suami saya, saya masih ingat raut wajahnya yang sedikit percaya tidak percaya akan apa yang kami alami hari itu. Tapi saat itu yang jelas saya sangat bersyukur saya sudah diberikan kepercayaan untuk dikaruniai seorang anak. All of it felt so magical Alhamdulillaah.

1st Trimester
Trimester pertama bagi saya adalah trimester yang cukup menantang, yet I was enjoying it, karena memasuki bulan Ramadhan, usia kehamilan saya baru sekitar 3 bulan. Saat itu saya mencoba untuk menjalani shaum tapi saya sering mengalami mual dan muntah yang cukup hebat, akhirnya saya hanya mampu shaum beberapa hari saja. Saya juga mengalami banyak perubahan pada trimester pertama, mulai dari perasaan mual ketika saya mencium bau masakan, terlebih ada kantin di tempat kerja saya sehingga setiap saya lewat saya pasti langsung tutup hidung. Perasaan trauma yang menyebabkan saya anti sama kecap hanya gara-gara saya makan gorengan yang kebanyakan kecap. Trauma masakan padang dan masakan berbumbu hanya gara-gara saya muntah beberapa saat setelah makan rendang dan rasanya ga enak banget di tenggorokan. Overanxious bahkan ketika kaki saya sendiri sedikit menyenggol perut saya, saya berpikir yang tidak-tidak dan jauh kemana-mana, atau ketika  saya harus mengendarai motor sendiri dan melewati jalan yang bergelombang, saya memilih mengendarai dengan satu tangan karena tangan lain saya gunakan untuk memegangi perut. Pada trimester ini bahkan sampai sekarang, saya juga sudah mulai tidak mengkonsumsi kopi, makanan yang dibakar, minuman bersoda, dan seafood hiks.. Hanya sesekali saja, frekuensinya sudah tidak sesering dulu sebelum saya hamil.

2nd Trimester
Trimester kedua, tubuh saya sudah mulai nyaman dan sudah beradaptasi sehingga nafsu makan saya pun mulai naik, dan berat badan saya juga otomatis naik lumayan drastis karena saya banyak mengkonsumsi cemilan-cepuluh. Saya sudah tidak begitu mual ketika mencium bau masakan. Aaaand saya sudah mulai merasakan ada tendangan-tendangan kecil di perut saya! Kyaaa! >.< Meskipun saat itu saya masih sulit membedakan antara tendangan kamu babe, dengan reaksi perut karena lapar yang kadang menimbulkan bunyi-bunyian dan gerakan juga kan.. Hehe.. But I was so sure that you were starting to move then.. Di trimester ini saya juga jadi suka makan pisang. Kalau buah-buahan lain sudah jelas sering saya konsumsi baik langsung maupun dalam bentuk jus. Untuk pisang yang sebelumnya jarang saya konsumsi, saya jadi bisa makan 4 buah sekali duduk. Saya juga sering mem-blend-nya dengan Dancow atau Milo. Enak! 😀 Yang jelas di trimester ini, keluhan-keluhan yang muncul di awal kehamilan sudah mulai hilang. Saya bahkan sempat pergi babymoon ke Singapore bersama suami dan melakukan aktifitas yang cukup melelahkan tapi saya tetap merasa kuat dan sehat. Alhamdulillaah.. 🙂

3rd Trimester
Pada trimester akhir yang masih saya jalani ini ternyata saya mulai merasakan muntah-muntah lagi, tapi bukan karena bau masakan, melainkan karena ukuran bayi dalam rahim sudah mulai membesar dan menekan lambung sehingga lambung hanya mampu menampung sedikit makanan. Juga karena lambung saya harus selalu terisi karena kalau kosong atau telat makan, makanan yang sudah saya makan akan dikeluarkan lagi. Baby.. 😦 Nafsu makan saya juga jadi sedikit menurun, saya jadi jarang makan nasi dan mensubtitusinya dalam bentuk lain entah itu roti gandum, kentang, atau apa pun yang mengandung karbohidrat. Trimester ini, gerakan dan tendangan si kucil sudah mulai heboh, bahkan pernah suatu waktu suami saya merasakan tendangannya langsung ketika ia menempelkan pipinya di perut saya. 😀 Berat badan saya sudah bertambah 12 kg sekarang, otomatis bentuk badan sudah semakin bulat. Leg crampback pain, gerah tak terkira sudah sering saya alami. Alhamdulillah suami selalu siap siaga, ketika saya terbangun tiba-tiba karena kram, ia ikut bangun dan memberikan pijatan penuh kasih sayang. Huehe.. Atau ketika saya terbangun karena gerah, ia juga ikut bangun untuk ikut mengipasi meskipun kadang-kadang tidak ada angin yang dihasilkan dari kipasannya karena dia mengipas sambil tidur. -_- Trimester ini saya juga sudah diyakinkan mengenai jenis kelamin bayi. Apa cobaaa.. 😀 Oiya, saya juga sudah mulai menyicil perlengkapan bayi. Pakaian bayi khusus untuk newborn itu ya Allaaah lucuuuuu.. Kecil keciiiiil.. Imuuuut.. Hihi.. >.<

Dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir yaitu tanggal 4 April 2014, maka hari perkiraan lahir saya adalah tanggal 9 Januari 2015, jadi hitungannya memang 40 minggu atau 10 bulan. Berarti sekitar 7 mingguan atau kurang lebih 2 bulan lagi!! Waaa.. Tapi hanya sekitar 5% wanita yang melahirkan sesuai dengan perhitungan, ada yang 2 minggu lebih cepat, atau lebih lambat. Jadi memang sekarang juga saya sudah mulai merasa deg-degan karena saya tau melahirkan itu pasti sakit, tapi saya harus berusaha untuk tetap tenang. Mudah-mudahan saya bisa mengontrol diri ketika datang waktunya nanti. Aamiin.

Selama masa kehamilan, saya sering browsing sana-sini tentang apa yang saya alami dan saya sangat terbantu dengan sebuah situs yang isinya forum diskusi yaitu ibuhamil.com, apa yang saya rasakan ternyata dialami juga oleh bumil lain jadi membuat saya merasa sedikit tenang. Saya juga menginstall aplikasi kehamilan Pregnancy Plus berplatform Windows Phone yang saaangat informatif, bahkan sampai saya berani beli, biasanya kan ogah banget. Huehe.. Ini bukan promosi loh ya.. Tapi dengan zaman modern seperti ini, memang lebih baik kita sering-sering mencaritahu sendiri sebelum bertanya karena informasi sudah banyak tersebar, asal kita pandai memilah milih saja mana yang credible mana yang tidak. Dengan demikian kita juga jadi tidak merasakan khawatir yang berlebihan. Dari semua hal yang saya alami selama ini, saya selalu mencoba untuk menikmatinya dibanding mengeluhkannya, I think those are the art of being pregnant. 🙂

Advertisements

What do you say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s